Selasa, 14 April 2020

Adab mencari ilmu bagi para pencari ilmu



Begitu pentingnya sebuah adab dalam Islam memunculkan sebuah pepatah Arab yang menyatakan, “Kemuliaan itu adalah karena adab kesopanan, bukan karena keturunan.”

Lalu Imam Malik juga pernah berkata perihal nasihat ibunya ketika Imam Malik berpamit untuk menuntut ilmu, “Pelajarilah adab darinya, sebelum kau mengambil ilmunya.” Kemudian, Imam Abu Hanifah pun dulu lebih menyukai mempelajari kisah-kisah para ulama dibandingkan menguasai bab fiqih. Imam Abu Hanifah berkata, “Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlak luhur mereka.”

Juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan tentang Islam, termasuk di dalamnya masalah adab. Seorang penuntut ilmu harus menghiasi dirinya dengan adab dan akhlak mulia. Dia harus mengamalkan ilmunya dengan menerapkan akhlak yang mulia, baik terhadap dirinya maupun kepada orang lain. Berikut di antara adab-adab yang selayaknya diperhatikan ketika seseorang menuntut ilmu syar’i.

Pertama, mengikhlaskan niat dalam menuntut ilmu. Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena Allah ta’ala dan seseorang tidak akan mendapat ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena Allah. “Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah: 5)

Kedua, bersungguh-sungguh dalam belajar dan selalu merasa haus ilmu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu, orang yang rakus terhadap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan  orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)

Ketiga, rajin berdoa kepada Allah ta’ala, memohon ilmu yang bermanfaat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk selalu memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah ta’ala dan berlindung kepadaNya dari ilmu yang tidak bermanfaat, karena banyak kaum Muslimin yang justru mempelajari ilmu yang tidak bermanfaat, seperti mempelajari ilmu filsafat, ilmu kalam ilmu hukum sekuler, dan lainnya.

Penuntut Ilmu Perlu Jauhkan Diri dari Maksiat dan Hindari Kesombongan
Keempat, menjauhkan diri dari dosa dan maksiat dengan bertakwa kepada Allah ta’ala. Seseorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat. Sesungguhnya dosa dan maksiat dapat menghalangi ilmu yang bermanfaat, bahkan dapat mematikan hati, merusak kehidupan dan mendatangkan siksa Allah ta’ala.

Kelima, tidak boleh sombong dan tidak boleh malu dalam menuntut ilmu. Sombong dan malu menyebabkan pelakunya tidak akan mendapatkan ilmu selama kedua sifat itu masih ada dalam dirinya. Imam Mujahid mengatakan, “Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq)

Keenam, mendengarkan baik-baik pelajaran yang disampaikan ustadz, syaikh atau guru. Allah ta’ala berfirman, “… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. az-Zumar: 17-18)

Ketujuh, diam ketika pelajaran disampaikan. Ketika belajar dan mengkaji ilmu syar’i tidak boleh berbicara yang tidak bermanfaat, tanpa ada keperluan, dan tidak ada hubungannya dengan ilmu syar’i yang disampaikan, tidak boleh ngobrol. Allah ta’ala berfirman, “Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. al-A’raaf: 204)

Kesepuluh, mengikat ilmu atau pelajaran dengan tulisan. Ketika belajar, seorang penuntut ilmu harus mencatat pelajaran, poin-poin penting, fawaa-id (faedah dan manfaat) dari ayat, hadis dan perkataan para sahabat serta ulama, atau berbagai dalil bagi suatu permasalahan yang dibawa kan oleh syaikh atau gurunya. Agar ilmu yang disampaikannya tidak hilang dan terus tertancap dalam ingatannya setiap kali ia mengulangi pelajarannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikatlah ilmu dengan tulisan.” (HR. Ibnu ‘Abdil Barr).

Kesebelas, mengamalkan ilmu syar’i yang telah dipelajari. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” (HR Ath-Thabrani)

Demikianlah pentingnya adab dan poin mengenai adab dalam menuntut ilmu.

Ayo Ngaji Ke TPQ NURHIDAYATULLOH

Rabu, 01 April 2020

Mari Belajar Surah al-Falaq


Bismillahirrohmanirrohim

Apa arti al-Falaq? Apa manfaat membaca surah al-Falaq? Jika ingin mengetahuinya, ikutilah ceritanya!

Al-Falaq artinya waktu Subuh. Rasulullah saw. sering membaca surah ini, terutama ketika dalam perjalanan agar selalu terpelihara dari kejahatan. Di dalam surah al-Falaq ini Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad saw. agar mengatakan: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai Subuh (falaq)”. Maksudnya, Allah memerintahkan kepada nabi dan umatnya selalu berlindung kepada Tuhan agar terpelihara dari kejahatan.

Surah al-Falaq ini menceritakan: ada kejahatan makhluk, ada kejahatan malam apabila gelap gulita, ada kejahatan tukang sihir (mantera-mantera), dan ada kejahatan orang dengki. Apabila kita membaca surah al-Falaq, insya Allah kita akan terpelihara dari berbagai kejahatan.

Dengan demikian, surah al-Falaq ini mengajarkan kepada manusia, hanya Allah tempat berlindung.



RANGKUMAN SINGKAT 

1.  Membaca surah al-Falaq dilakukan dengan cara:

a.       mencermati pelafalan ayat per ayat;

b.      menirukan secara berulang.

2.  Menghafal bacaan surah al-Falaq dengan cara:

a.       membaca ayat demi ayat secara berulang;

b.      menirukan bacaan surah secara berulang.

3.  Menuliskan bacaan surah al-Falaq dengan cara:

a.       mencermati cara menulis penggalan surahnya;

b.      menyalin tulisan surahnya. 

Cerita Si tukang Penjual Besi Bekas


Suatu hari Seorang laki2 penjual besi bekas bertanya kpd seorang ustadz...

"Ustadz,..kenapa yaa kok saya ngerasa bosen dengan hidup saya yang gini-giniiii terus, hambar, ga ada variasinya, ga ada nikmatnya Bosen saya ustadz,, Pengen bahagia tapi kok sulit ya?".

Sang ustadz pun menjawab :"Owh,,, Mungkin saat ini Alloh juga lagi bosen sama abaang."
"Alloh bosen sama saya? Maksudnya gimana pak ustadz?" tanya si tukang besi kembali...
Ustadz menjelaskan :"Mungkin Alloh capek nyari abang ga pernah ketemu-ketemu.

Dicari diantara ahli dhuha, abang ga ada.
Di Cari Diantara ahli tahajjud juga ga ada.
Di Cari Diantara ahli puasa sunnah, juga ga ada.
Di Cari Diantara ahli sedekah, juga ga keliatan.
Di Cari Diantara ahli Qur'an, situu juga ga ada di sana.
Di Cari Diantara ahli umroh, niat pun situu blm punya.
Di Cari Diantara orang-orang Yang khusyuk sholatnya, situu juga ga ada.
Di Cari Di antara ahli sholawat pun kg ada.
Di Cari Diantara yang menuntut ilmu apalagi.
Trus Alloh mesti nyari abang kemana lagi,,,?
Laluu...
Menangis lah situkang besi tersebut sambil mengusap air mata nya, dia beristigfar.
Segeralah kembali kepada Alloh, mendekatlah kepada Alloh.
Hanya Alloh satu-satunya yang bisa menenteramkan hidup kita.

RUKUN ISLAM

RUKUN ISLAM ADA LIMA

  1. Mengucapkan dua kalimat syahadat
  2. Melaksanakan sholat
  3. Membayar zakat 
  4. Berpuasa pada bulan Romadhon.
  • RUKUN ISLAM YANG PERTAMA MENGUCAPKAN DUA KALIMAT SYAHADAT
      Dua kalimat syahdat disebut dengan syahadatain , syahadatain terdiri atas syahadat Tauhid dan Syahadat Rosul. syahadatain adalah dua persaksian 
1. Bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah
2. Bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah

      Syahadatain dibaca setiap sholat ketika duduk tasyahud, baik tasyahud awal atau akhir. syahadatain juga dibaca seseorang ketika masuk islam . membaca syahadatain harus disertai dengan keyakinan dan keimanan. 

  • MELAKSANAKAN SHOLAT
Orang islam wajib melaksanakan sholat fardu , dalam sehari semalam kita melakukan sholat sebanyak lima waktu yaitu :
  1. Dzuhur ada empat rakaat
  2. Asyar ada empat rakaat 
  3. Magrib ada tiga rakaat 
  4. Isya ada empat rakaat
  5. Subuh ada dua rakaat 
  • MEMBAYAR ZAKAT 
Orang islam yang mampu wajib untuk mengeluarkan zakat. zakat dibagi menjadi dua yaitu :

* Zakat Fitrah = disebut juga zakat nafs arti kata nafs adalah untuk mensucikan diri. zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok, zakat fitrah diberikan kepada fakir dan  miskin pada bulan Ramadhan.
*Zakat Mal = disebut juga zakat harta , zakat mal ini dikeluarkan apabila telah memenuhi nisab dan haul. arti Nisab adalah ukuran dan Haul adalah genap satu tahun.

  • BERPUASA PADA BULAN RAMADHAN  
Puasa adalah : Menahan diri dari makan dan minum , menahan diri dari semua yang membatalkan puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari ( magrib)
Hukum Puasa Ramadhan : Wajib. orang islam wajib berpuasa pada bulan Ramadhan. dan dilakukan sebulan penuh.

  • MENUNAIKAN IBADAH HAJI 
Ibadah haji wajib dilakukan bagi orang islam yang mampu, mampu untuk melakukan perjalanan ke Baitulloh .


Islam dibangun atas lima perkara yaitu : Persaksian tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Hamba utusan Allah , menegakan sholat, membayar zakat , ibadah haji dan Puasa Ramadhan ( HR.Muslim no.21 )

LOGO TPQ


TPQ NUR HIDAYATULLOH: sholawat tum hi ho

TPQ NUR HIDAYATULLOH: sholawat tum hi ho :